Facebook memang media
sosial yang ampuh untuk menyebarkan segala informasi yang ada, entah itu baik
atau jelak, menarik atau tidak yang penting bisa online gitu loh....Malam ini
setelah membaca tautan dari sahabat Guraru Pak Botak Sakti miris rasanya
melihat berbagai keanehan di dunia pendidikan kita. Namun, bukan ini yang
aku ceritakan dan kayaknya sih, membuat aku lebih miris. Kenapa tidak, dalam
sebuah forum / grup untuk para pendidik dipampang foto beberapa siswa SD yang
sedang menjalani hukuman dari seorang guru. Ada tiga anak SD yang sedang
dihukum oleh gurunya berdiri di depan kelas kemudian mulutnya disumpal oleh
rokok 3 batang setiap anak.
SATUHU HAYU JALMA KANG RAHAYU ING BUDHI ( SELAMAT SEJAHTERALAH ORANG YANG BERBUDI LUHUR )
Monday, 20 January 2014
Saturday, 18 January 2014
ANTARA AKU, KAMU DAN SERTIFIKASIMU....
Beberapa hari yang lalu aku, di
jejaring sosial Facebook ditandai oleh tautan teman yang menceritakan kisah
tentang LKS. Banyak komentar yang masuk di dinding beliau. Apalagi satu
pernyataan komentar dariku yang menjadi sahabat tersebut tertawa berguling –
guling, untungnya guling – guling di
kasur tidak di aspal. Bukan menertawakan aku, tetapi apa yang aku ceritakan di
dalam komentar tersebut.
SI KATAK KECIL.....
DI PERSAWAHAN....HIDUPLAH KOLONI KATAK.
SUATU HARI, KOLONI KATAK AKAN MENGADAKAN SEBUAH ACARA UNTUK MEMPERINGATI HARI
KEMERDEKAAN HABITATNYA. ACARA ITU DIISI DENGAN LOMBA UNTUK MEMANJAT TIANG
SETINGGI 10 METER. BANYAK DARI BEBERAPA KATAK YANG IKUT UNTUK LOMBA, WAJAR SAJA
MEMANG HADIAHNYA MENGGIURKAN. HADIAH ITU BERUPA SUATU KEHORMATAN, BARANG SIAPA
YANG BERHASIL MENCAPAI PUNCAK MAKA DIA AKAN MENJADI PEMIMPIN.
Friday, 17 January 2014
DISAAT YKS MENGALAHKAN YKS ( YUK KITA SEKOLAH ).
Seperti biasa
tugas saya sebagai guru aku jalankan setiap hari. Hari ini sedikit berbeda
dengan aktifitasku mengajar daripada hari – hari sebelumnya. Capek dan lelah
dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah tempat aku mengajar yang membutuhkan
waktu 1 jam dengan jarak tempuh 40 KM menuju lereng Gunung Wilis, aku tetap
berusaha tampil prima dan elegan bagai artis di depan kamera ( heheheh...narsis
dikit gak apa – apa ). Itu semua aku lakukan demi murid – muridku tersayang.
Friday, 15 November 2013
KADO UNTUK ISTRIKU
Istriku, dengarlah isi hatiku.......
Minggu 14
Nopember 2010 pukul 06.30 WIB. Sebuah perjalanan hidup seorang anak manusia,
baru dimulai dalam menjalankan bahtera rumah tangga. Dihadapan penghulu
dan saksi serta wali dari calon isteriku, aku bersumpah dan berjanji dihadapan
Allah SWT. Dengan seperangkat alat sholat dan uang mahar secukupnya, aku
mengucapkan akda nikah.
Perjalanan
dan perjuangan yang penuh liku dalam menentukan pilihan pendamping hidup untuk
selamanya dalam naungan ridho Tuhan yang Maha Esa. Berharap menjadi keluarga
yang sakinah, mawada, warahmah. membina keluarga beserta anak istri tercinta.
Semua kan berubah setelah beberapa menit hanya untuk meminta kepada Allah SWT
akan masa depan yang lebih baik.
Sekarang,
tepat 3 tahun aku menjalani sumpah setia dan janji kepaNya untuk selalu
menjaga, merawat, membimbing, membina, mengarahkan, mengayomi, menyayangi,
mencintai dengan segala kekurangan dan kelebihan dari kami berdua. Banyak suka,
duka, benci, amarah, tangis, tawa menyertai disetiap hari demi hari.
Menjadi promotor dan panutan serta suri tauladan bagi anak-anak kami.
- Duhai istriku, ingatlah jika engkau menuntut banyak tentang Hakmu kepadaku, maka ingatlah juga tentang kewajibanmu kepadaku begitujuga akan kulakukan kewajibanku kepadamu.
- Wahai Istriku, Jika kamu banyak mengeluh tentang kekuranganku, maka ingatlah aku selalu menerima kekurangan dan kelebihanmu.
- Wahai istriku, jika kamu mengeluh tentang anak-anak kita, maka ingatlah akan keluhan kita pada Allah tentang kehadiran anak-anak kita.
- Wahai istriku, jika aku keras dan kepadamu, maka ingatlah..semua itu aku lakukan karena semata-mata untuk kebaikan kita dan tanggung jawabku hanya kepada Allah. Karena dengan mengucapkan akad nikah itu. Gugur semua kewajiban dan tanggung jawab orang tuamu, dan aku yang menggantikan semua kewajibannya dan menaggung segalanya. Karena suami bagaikan nahkoda yang akan dimin pertanggung jawabannya kelak diakhirat.
- Wahai istriku, janganlah kita mendidik anak dengan segala kemudahan yang ada. Didiklah anak kita sebagai seorang raja pada usia balita, dan didik anak kita sebagai seorang tentara jika sudah baligh. Karena anak adalah cerminan dari didikan kita. Dan sebagai pahal bagi kita kelak jika menjadi anak anak yang sholeh. Andaikata kita mati, maka anak – anak kita yang pertama kali doanya tersampai pada kita.
Ingatlah
ini, pada saat aku mengucapkan
"Saya Terima Nikah dan kawinya................binti............................dengan
Mas Kawin seperangkat alat shalat..Di Bayaaaar Tunai!!"
Singkat, padat dan jelas.. Tapi tahukan makna PERJANJIAN/IKRAR tersebut..?? Maka aku tanggung dosa dosamu dari ayahmu dan ibumu, dosa apa saja yg telah kau lakukan, dari tidak menutup aurat hingga kau meninggalkan sholat.. Semua yang berhubungan dengan mu, aku tanggung dan bukan lagi orang tuamu yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku..Jika aku GAGAL..?? Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku..(HR. Muslim)..
Singkat, padat dan jelas.. Tapi tahukan makna PERJANJIAN/IKRAR tersebut..?? Maka aku tanggung dosa dosamu dari ayahmu dan ibumu, dosa apa saja yg telah kau lakukan, dari tidak menutup aurat hingga kau meninggalkan sholat.. Semua yang berhubungan dengan mu, aku tanggung dan bukan lagi orang tuamu yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku..Jika aku GAGAL..?? Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku..(HR. Muslim)..
Istriku....
Begitu
beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap,
Arsy-NYA berguncang karena beratnya perjanjian yang kubuat di depan
ALLAH dengan di saksikan para malaikat dan manusia.. Maka andai saja
kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu.. Maka itupun belum
cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.
Tahukah engkau,
bahwa suamimu adalah surga untukmu, karena :
- Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
- Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
- Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
- Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikanny a sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
- Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
- Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri...
Tiga tahun
bagaikan masa kanak-kanak yang belum bisa apa-apa, hanya bisa belajar berjalan,
bicara, melihat, meniru dan sebagainya. Tiga tahun merupakan sedikit dari awal
kehidupan bersama kita. Bersabarlah akan apa yang kita hadapi, teruslah kita
memohon ampin dan petunjukNya. Niscaya kita akan memperoleh kebahagiaan kelak
dimasa depan.
‘Ya Allah,
aku meminta kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau
ciptakan/tabiatkan dia di atasnya dan aku berlindung kepada-Mu dari
kejelekannya dan kejelekan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya’.
Mojorayung, 14 Nopember 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)
